Bantul-TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III di Padukuhan Gunung Cilik dan Tangkil, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, telah selesai dilaksanakan. Ditandai dengan upacara penutupan yang digelar di Lapangan Upacara Banjarharjo 1, Muntuk, Dlingo pada Kamis (19/10/2023).
TMMD Sengkuyung Tahap III yang dilaksanakan mulai 20 September hingga 19 Oktober ini menghasilkan berbagai pembangunan fisik berupa infrastruktur, serta pembangunan non fisik yaitu pelaksanaan berbagai penyuluhan.
Pembangunan fisik yang telah dilakukan yaitu pembuatan jalan baru, pembuatan talud dengan panjang total 54 meter, pengerasan jalan sepanjang 300 meter, cor blok jalan sepanjang 200 meter serta pembangunan 1 unit MCk dan rehab RTLH. Selain itu, juga melaksanakan penyuluhan terkait wawasan kebangsaan, Kamtibmas, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program-program TMMD ini melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Komandan Kodim 0729 Bantul, Letkol. Inf. Arif Hermad, S.I.P., M.M., melalui amanat Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan TMMD ini untuk membantu program pemerintah dalam mempercepat pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur, serta penanganan permasalahan sosial masyarakat di wilayah terpencil, terpelosok, dan kawasan perbatasan.
TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2023 mengambil tema Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI Rakyat Semakin Kuat. Hal ini mengandung arti bahwa TNI bersama pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat secara bersama-sama melaksanakan proses percepatan pembangunan fasilitas umum dan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pada akhir amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan Dandim memberikan beberapa berpesan agar selalu memelihara semangat kebersamaan, kemanunggalan, dan gotong royong sebagai warisan budaya bangsa.
“Pelihara terus semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI rakyat, jangan sampai mudah terhasut atau terprovokasi, pelihara semangat gotong-royong sebagai warisan budaya bangsa yang telah terbina dengan baik selama ini, serta pelihara hasil program TMMD agar manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu cukup panjang,”.
Sementara itu, Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, yang hadir dalam upacara penutupan tersebut juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak H. Abdul Halim Muslih (Bupati Bantul), AKBP Michael R. Risakotta, S.H, S.I.K (Kapolres Bantul), Mayor Cba Suyadi (Dandenma Rem 072/PMK), Sunoto, S.H., M.H (KA PN Bantul), Drs. Didik Warsito M.Si (Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Bantul), Ibu Fenti (KA BAPPEDA Kab. Bantul), Bapak Jati Bayubroto (Plt. KA Satpol PP Kab. Bantul), Dra. Sri Nuryanti, M.SI (KA PMK Kab. Bantul), Handoko, SH (mewakili dari Kejaksaan Negeri Bantul), Agus Jaka Sunarya, SE (Panewu Dlingo), Kapten Inf Rohmat (Danramil 11/Dlingo), AKP Sutrisno, SH., MH (Kapolsek Dlingo), Bapak Martoyo (KA LPM Kab. Bantul), Perwakilan Panewu Se-Kab Bantul, Bapak Marsudi (Lurah Muntuk) bersama Pamong Kal. Muntuk, Lurah Se-Kap Dlingo, Dukuh se-Kal. Muntuk, Tokoh Masyarakat dan Warga Muntuk dan Peserta Upacara lk 250 orang.




