Beranda / Pembinaan Satuan / Kodim 0729 Bantul Terlibat Latihan Kebencanaan ADMM-Plus EWG on HADR TTX & FTX Di Pantai Depok

Kodim 0729 Bantul Terlibat Latihan Kebencanaan ADMM-Plus EWG on HADR TTX & FTX Di Pantai Depok

Bantul – Dandim 0729 Bantul, Letkol Inf Arif Hermad, S.I.P. M.M. mengirimkan personel Babinsa untuk mengikuti Latihan Kebencanaan ADMM-Plus EWG on HADR TTX & FTX. Dengan adanya Akumulasi pengalaman Indonesia dalam menghadapi bencana-bencana ini telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk menemukan cara baru ke depan dalam meningkatkan kerja sama bencana dan tanggap darurat. Kegiatan ini bekerja sama untuk memperkuat persahabatan dan membentuk masa depan yang penuh perdamaian, kemakmuran dan keamanan.

Dengan mempertimbangkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah rentan terhadap bencana alam gempa bumi, aktivitas gunung berapi, tsunami, angin topan, maka menjadi akumulasi pengalaman dalam menghadapi bencana ini telah mendorong Negara-negara Anggota ASEAN untuk membentuk cara baru ke depan dalam meningkatkan kerjasama penanganan bencana dan tanggap darurat bersama. Latihan Kebencanaan ADMM-Plus EWG on HADR TTX & FTX akan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 16 hingga 20 Oktober 2023 dengan lokasi di wilayah Yogyakarta yaitu di Akademi Angkatan Udara (AAU) Sendangtirto, Berbah, Sleman dan Pantai Depok, Kretek, Bantul.

Kegiatan seperti ini yang sangat penting bagi ASEAN untuk membina kemitraan dan kerja sama dengan Negara-negara Plus sebagai mitra dialog ASEAN yang diyakini akan memberikan manfaat bagi efektivitas setiap inisiatif yang dilakukan. ASEAN telah mengadopsi SOP untuk manajemen bencana. Yaitu, Prosedur Operasi Standar untuk Pengaturan Siaga Regional dan Koordinasi Operasi Bantuan Bencana Bersama dan Tanggap Darurat atau SASOP versi 3 yang dirilis pada Februari 2022, SOP Pusat Koordinasi Multi Nasional/MNCC kini menjadi lampiran Bab 6 SASOP dan Militer ASEAN Siap SOP Grup/AMRG yang diadopsi pada tahun 2020 berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan untuk operasi bencana di negara-negara yang terkena dampak ASEAN. Aspirasi kami terhadap SOP ini harus dianut oleh Negara-negara Plus.

Sebagai ketua bersama ADMM-Plus EWG mengenai HADR, Indonesia dan India bertujuan untuk mendorong interoperabilitas HADR di antara negara-negara ADMM-Plus, memberdayakan entitas ASEAN dan regional untuk meningkatkan upaya HADR, dan mengembangkan strategi komprehensif untuk perencanaan, kesadaran dan peringatan dini dan pemulihan holistik bagi para korban yang terkena dampak, khususnya di tengah pandemi.

Telah disampaikan sebelumnya untuk mencapai tujuan ini, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan menyatakan telah mempersiapkan kegiatan TTX dan FTX yang akan dipraktikkan untuk memastikan respons bencana yang cepat dan efektif, sehingga meminimalkan dampak terhadap masyarakat yang terkena dampak dan meningkatkan stabilitas dan ketahanan regional. Upaya-upaya ini juga dipandu oleh Perjanjian ASEAN tentang Manajemen Bencana dan Tanggap Darurat (AADMER) serta perjanjian dan mekanisme lain yang relevan.