Bantul – Seluruh anggota Kodim 0729 Bantul mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih memperingati Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia bertempat di lapangan Makodim 0729 Bantul di Jl. A Yani No 1 Melikan Kidul, Badegan, Bantul, Yogyakarta. Kamis (17/08 2023).
Kapten Inf MB. Berhen Suncoko Pasi Ter Kodim 0729 Bantul, mewakilkan Letkol Inf Arif Hermad, S.I.P Dandim 0729 Bantul, menjadi Inspektur Upacara membacakan amanat Panglima TNI, Laksamana TNI H. Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A.
Dalam amanatnya bahwa peringatan hari ulang tahun kemerdekaan seperti ini, pada hakekatnya merupakan bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kita kepada para pejuang, pendiri Republik ini, para pahlawan sejati, yang telah memberikan segala-galanya melampaui dari apa yang seharusnya diberikan. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus, wujud penghormatan dan penghargaan yang paling mulia, yang harus kita berikan adalah mewarisi tradisi dan nilai-nilai kejuangan serta melanjutkannya untuk mengisi kemerdekaan.
Setelah 78 tahun Indonesia merdeka, kini menjadi tugas kita semua untuk mengisi kemerdekaan. Sejarah mencatat tidak mudah negeri ini untuk melepaskan diri dari berbagai tantangan dan hambatan, hingga sampai saat ini kita tetap dan terus berjuang mengisi kemerdekaan yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa untuk mencapai kemakmuran bangsa. Sebagaimana kita pahami bersama, bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk, terdiri dari berbagai suku, agama, adat istiadat dan budaya. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga kita harus menjaga dan merawatnya. Caranya, tiada lain adalah menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan. TNI harus menjadi perekat kemajemukan bangsa, karena TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kerukunan, toleransi dan kebhinekaan, sehingga bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang utuh, kuat dan tangguh.
Sebelum kita mampu merekatkan kemajemukan, maka solidaritas dan sinergitas di antara kita harus terwujud terlebih dahulu. Hal ini supaya kita tidak rentan terhadap provokasi, gesekan, adu domba yang sengaja digunakan oleh pihak lain, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ingat, pada era globalisasi seperti sekarang perkembangan lingkungan strategis memiliki dampak yang signifikan terhadap suatu negara, termasuk negara kita. Pengalaman menbuktikan bahwa dengan solidaritas dan sinergitas yang kuat, maka setiap potensi terjadinya gangguan keamanan lebih mudah untuk dideteksi dan diantisipasi bersama-sama. Bila solidaritas dan sinergitas terjalin dengan baik, bangsa akan semakin kuat dan akan melahirkan rakyat yang sejahtera.
Tugas kita saat ini dan kedepan bukan semakin ringan, tetapi semakin kompleks dan dinamis. Hal ini seiirng dengan perkembangan lingkungan strategis, yang mau tidak mau, suka tidak suka, telah menjadi keniscayaan hadir di tengah kehidupan bangsa Indonesia.
Bersamaan dengan itu, kita juga harus berjuang dalam menata dan menegakkan sistem hukum yang adil. Kita ingat, bahwa semua warga negara berkedudukan sama di depan hukum dan berhak mendapatkan untuk keadilan segenap anak bangsa. Bagi TNI, tantangan untuk menegakkan keadilan adalah terwujudnya aturan hukum yang adil serta institusi hukum dan aparat penegak hukum yang jujur,profesional, bersih, dan berwibawa, sehingga supremasi hukum yang dicita-citakan dapat menjamin kepastian hukum keadilan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Berkaitan ditahun 2023 yang merupakan tahun politik menuju Pemilu 2024, TNI tetap harus netral. Netralitas TNI merupakan kehendak rakyat Indonesia yang telah diamanatkan dalam “UU TNI Nomer 34 Tahun 2004 tentang Jatidiri TNI” diantaranya tidak berpolitik praktis. Netralitas TNI merupakan wujud nyata, bahwa TNI tidak ingin kembali ke politik, TNI secara tegas tidak masuk ranah politik praktis.
Terkait maraknya media sosial kita harus berhati-hati dan cermat terhadap penggunaan media sosial, karena hal ini berpengaruh terhadap institusi TNI dan perkembangan ituasi sosial nasional. Bijaklah dalam bermedsos ingat “Jarimu adalah Nasibmu”. TNI sebagai garda terdepan dan sekaligus benteng terakhir bangsa, akan dituntut menjunjung tinggi komitmen untuk selalu membela kepentingan dan hak masyarakat luas, termasuk dalam menyikapi fenomena yang terjadi. Untuk itu saya tekankan kembali kepada segenap prajurit maupun PNS jajaran TNI bahwa keberadaan kalian harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat disekelilingnya. Kalian semua memiliki peran penting dalam membangun bangsa dan ikut serta dalam melanjutkan pembangunan nasional.
Amalkan “Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI”, sebagai komitmen moral prajurit dalam membantu meringankan kesulitan masyarakat di sekelilingnya. Demikian juga para PNS amalkan dengan sungguh – sungguh “Panca Prasetya Korpri”. Jadikan prajurit atau PNS yang patriotik, kehadiran kalian adalah bagian penting bagi eksitensi NKRI.
Ingat, TNI tidak akan mampu melaksanakan tugas pokoknya tanpa bantuan dan dukungan rakyat karena di sinilah kita menemukan ruh bahwa sebenarnya kekuatan TNI yang sejati adalah bila bersama-sama dengan rakyat.
Kepada unsur pimpinan Satker jajaran TNI untuk senantiasa mampu membaca situasi perkembangan, meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya kontruktif, deteksi dini, cegah dini sehingga mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara. Mari jadikan peringatan kemerdekaan Indonesia ini menjadi tonggak baru untuk membangun komitmen yang lebih segar dengan memupuk karakter dan nilai-nilai luhur bangsa. Sebab apapun peran dan tugas yang prajurit serta PNS jajaran TNI lakukan, kita berada dalam satu kesatuan dan komando TNI.
Rasa hormat dan bangga kepada seluruh prajurit dan segenap PNS TNI, dimanapun saat ini berada dan bertugas, atas semangat, dedikasi, loyalitas dan militansi yang telah ditunjukkan selama ini. Semangat, dedikasi, loyalitas dan militansi yang para prajurit dan PNS TNI sekalian tunjukkan selama ini. Sungguh telah mengantar kembali institusi TNI pada peringkat terbaik di jajaran lembaga negara sebagai institusi yang paling dipercaya oleh rakyat.
Hal ini menunjukkan bahwa para prajurit dan PNS TNI adalah insan-insan yang bertaqwa, setia dan rela berkorban dengan tulus ikhlas bagi bangsa dan negara. Panglima TNI berharap kesetiaan dan kerelaan berkorban ini tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi harus melekat sepanjang hayat dalam sanubari kita semua. “Dirgahayu Ke 78 Republik Indonesia”.




