Dalam rangka memberikan penyuluhan tentang rangka antisipasi/pencegahan kenakalan remaja SMK Muahammadiyah 1 Imogiri melaksanakan MOU (Memorandum Of Understanding) dengan Koramil 10/Imogiri.
Sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta tak lepas dari berbagai masalah,terbukti dari beberapa kasus kenakalan remaja banyak dilakukan oleh anak usia pelajar.
“Saat ini di Yogyakarta,khususnya Kapanewon Imogiri kenakalan anak sekolah dan remaja mulai muncul lagi seperti perang sarung, perkelahian antar kelompok menggunakan berbagai macam alat, bullying, pemalakan dan kenakalan lainnya. Jika ini dibiarkan dampak yang ditimbulkan sangatlah besar mulai dari psikologi anak terganggu, membawa korban bahkan bisa merenggut nyawa” kata Danramil 10/Imogiri Kapten Czi Suyadi.
Untuk itu peran serta semua pihak mulai dari orang tua, lingkungan, sekolah, masyarakat umum diharapkan bersama – sama memberikan pengawasan dan arahan kepada mereka agar perbuatan tersebut tidak terus berulang.
“Sebagai siswa SMK, Kalian harus sudah berorientasi jauh kedepan,karena lulusan SMK harus sudah SIAP bekerja,jadi kalian harus pandai-pandai melihat peluang pekerjaaan” papar Danramil.
Disisi lain sekolah bisa menerapkan “Reward and Punishment” bagi siswa, dengan Reward siswa yang berprestasi akan merasa senang bila usahanya dihargai oleh sekolah. Begitu pula dengan adanya Punishment siswa akan jera dan tidak akan mengulangi kesalahan yang telah dilakukannya.
“Para siswa diharapkan waktunya dihabiskan untuk lebih banyak belajar, melaksanakan kegiatan positif seperti olah raga, belajar kesenian dan sebagainya. Jika waktu sudah habis untuk kegiatan tersebut maka mereka tidak akan melakukan hal – hal yang negatif atau melanggar” pungkas Danramil 10/Imogiri.

